CIKAJANG, GARUT — Sebagai bentuk aksi nyata merespons kepedulian lingkungan masyarakat lokal, tim Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut bersama relawan Nurfa Peduli dan warga penggarap menggelar kegiatan peninjauan serta survei lapangan pada Kamis (30/7/2026).
Kegiatan penghijauan ini dipusatkan di kawasan Pasir Jawa, Desa Persiapan Sukamanah, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut, yang terletak tepat di kawasan lereng kaki Gunung Cikuray.
Mendorong Pulihnya Alam Kaki Cikuray
Langkah peninjauan ini lahir dari aspirasi mendalam para warga penggarap di sekitar kawasan Pasir Jawa yang merindukan kembalinya kelestarian alam mereka. Kondisi kawasan yang belakangan mulai terbuka dinilai perlu segera mendapat pemulihan vegetasi agar tidak memicu dampak lingkungan yang lebih luas.
Melalui rencana penanaman pohon ini, warga bersama para pegiat lingkungan berharap dapat mewujudkan beberapa target vital:
- Menjaga Kesuburan Tanah: Memperbaiki struktur dan hara tanah yang mulai terdegradasi.
- Mitigasi Bencana: Mengurangi potensi risiko erosi dan tanah longsor di kawasan lereng.
- Penyelamatan Sumber Air: Mempertahankan serta melestarikan keberadaan sumber-sumber mata air yang menjadi penopang utama kehidupan dan pertanian warga.
Memastikan Kesiapan dan Kondisi Lahan
Dalam giat survei tersebut, tim gabungan menyusuri berbagai titik di area Pasir Jawa untuk mengidentifikasi kondisi eksisting tanah, memetakan luasan area kritis, serta menilai tingkat kemiringan lahan.
Hasil dari identifikasi ini akan menjadi acuan dalam menentukan teknik penanaman yang tepat serta pemilihan jenis bibit pohon yang sesuai dengan karakteristik ekosistem kaki Gunung Cikuray.
“Langkah awal ini sangat krusial. Sebelum aksi penanaman dilaksanakan, kita perlu memastikan kesiapan lahan dan memetakan vegetasi yang cocok agar pohon yang ditanam nantinya dapat tumbuh optimal dan memberikan manfaat ekologis jangka panjang bagi warga,” ujar perwakilan tim di lokasi.
Sinergi Bersama untuk Masa Depan
Kolaborasi antara Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut, Nurfa Peduli, dan warga penggarap ini menjadi bukti nyata bahwa penyelamatan lingkungan berbasis komunitas dapat berjalan efektif jika didasari atas kesadaran bersama.
Setelah tahap survei lahan ini rampung, tim akan menyusun tahapan aksi selanjutnya—mulai dari penyediaan bibit hingga pelaksanaan aksi tanam bersama—demi mengembalikan kelestarian dan keasrian kawasan kaki Gunung Cikuray.
