Upaya memperkuat komoditas kopi lokal sekaligus menjaga kelestarian ekosistem pegunungan terwujud dalam Pelatihan Budidaya Kopi yang diselenggarakan pada 3–8 Agustus 2026 bertempat di Kampung Ciarileu, Desa Girijaya, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut.
Kegiatan intensif selama satu minggu ini berfokus pada pembekalan teknik budidaya kopi modern dari hulu hingga hilir demi melahirkan sumber daya petani yang mandiri dan berdaya saing tinggi.
Sinergi Tiga Pilar Kolaborasi
Pelatihan ini digagas melalui kolaborasi lintas sektor yang saling melengkapi peran satu sama lain:
| Lembaga / Komunitas | Peran Strategis |
|---|---|
| Kelompok Tani Kopi Cikuray | Mengonsolidasi petani lokal, menyediakan lahan praktik, serta mengawal implementasi hasil pelatihan di lapangan. |
| Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut | Mengedukasi penerapan prinsip agroforestri, pelestarian fungsi kawasan hutan, dan konservasi tanah di lereng Gunung Cikuray. |
| BPVP Bandung Barat | Menyediakan kurikulum berbasis vokasi, instruktur teknis berpengalaman, serta standar pelatihan kompetensi. |
Fokus Utama Pelatihan
Materi pelatihan dirancang komprehensif untuk menjawab tantangan produktivitas dan perubahan iklim di kawasan pegunungan:
- Teknik Budidaya & Pemeliharaan: Pembekalan pembiakan bibit unggul, teknik pemangkasan (pruning) yang tepat untuk merangsang pembuahan, serta manajemen nutrisi tanah secara berimbang.
- Pencegahan Hama & Konservasi Lahan: Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) ramah lingkungan serta penanaman pohon peneduh untuk menahan erosi dan menjaga ketersediaan air tanah.
- Pengolahan Pascamanen & Akses Pasar: Edukasi standar petik merah, metode fermentasi terukur, hingga pengeringan ideal demi meningkatkan nilai cupping score dan harga jual biji kopi Garut.
Melalui sinergi ini, Kampung Ciarileu diharapkan menjadi percontohan sentra kopi yang tak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan kawasan Gunung Cikuray secara berkelanjutan.
