Bumi hari ini membutuhkan aksi nyata, bukan sekadar wacana. Di tengah kecemasan global sekadar perubahan iklim, secercah harapan hijau muncul dari tanah Priangan Timur. Dua siswi tangguh dari SMA Negeri 16 Garut, Rafani dan Enci, membuktikan bahwa usia muda bukanlah halangan untuk menjadi agen perubahan bagi kelestarian alam mengikuti teman-teman nya Septiani dan Henti yang sudah bergabung duluan di paguyuban kolaborasi hijau garut.
Tidak hanya menghabiskan waktu di balik meja kelas, Rafani dan Enci memilih untuk mengotori tangan mereka dengan tanah demi masa depan yang lebih sejuk. Mereka secara konsisten aktif dalam berbagai aksi penghijauan di wilayah Garut dan sekitarnya.
Bersinergi dengan Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut
Langkah hijau Rafani dan Encic menemukan ruang gerak yang lebih luas ketika mereka memutuskan untuk bergabung dengan Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut. Komunitas ini menjadi wadah kolaboratif yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat yang memiliki visi sama: mengembalikan kejayaan alam Garut yang asri.
Bagi Rafani dan Enci, bergabung dengan paguyuban ini memberikan mereka kesempatan untuk belajar langsung dari para praktisi lingkungan, sekaligus memperluas dampak dari aksi yang mereka lakukan.
Bukan Sekadar Menanam, Tapi Juga Merawat
Satu hal yang membedakan aksi Rafani dan Enci adalah pemahaman mereka yang mendalam tentang esensi penghijauan. Mereka tahu betul bahwa menanam pohon hanyalah langkah awal, sedangkan tantangan terbesarnya adalah memastikan pohon tersebut tumbuh dan bertahan hidup.
Aktivitas rutin yang konsisten mereka lakukan bersama paguyuban antara lain:
- Aksi Penanaman Bibit: Turun langsung ke lahan-lahan kritis, kawasan lereng, dan daerah resapan air untuk menanam pohon pelindung serta pohon buah.
- Perawatan Berkala: Melakukan monitoring pasca-tanam, mulai dari penyiangan gulma, pemupukan organik, hingga memastikan pasokan air cukup agar bibit tidak mati kekeringan.
- Edukasi Lingkungan: Menjadi jembatan informasi bagi teman-teman sebaya di SMAN 16 Garut untuk menumbuhkan kesadaran serupa.
“Banyak orang bersemangat saat menanam, tapi lupa untuk merawat. Kami ingin pohon-pohon yang kami tanam hari ini bisa menjadi warisan oksigen bagi generasi kami di masa depan.”
Menjadi Inspirasi bagi Generasi Z
Dedikasi yang ditunjukkan oleh Rafani dan Enci adalah tamparan positif bagi stereotip yang menyebut generasi muda saat ini hanya peduli pada dunia digital. Dengan peluh dan semangat yang tidak pernah surut, kedua siswi SMAN 16 Garut ini menunjukkan bahwa kepedulian pada lingkungan bisa dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten.
Melalui kolaborasi erat bersama Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut, Rafani dan Enci sedang menanam harapan. Harapan agar Kabupaten Garut tetap menjadi daerah yang subur, sejuk, dan terhindar dari bencana alam. Aksi nyata mereka adalah bukti bahwa masa depan bumi ada di tangan generasi yang peduli hari ini.
