CIKAJANG GARUT — Kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian alam terus disuarakan oleh generasi muda. Pada hari Kamis, sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Paguyuban Mahasiswa Asal Garut (Pamagar) dari Politeknik Negeri Bandung (Polban), bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Padjadjaran (Unpad), melakukan aksi nyata bagi lingkungan.
Bekerja sama dengan Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut, mereka menggelar “Aksi Kolaborasi Hijau” yang berfokus pada perawatan dan pelabelan pohon di Blok Gunung Congkrang, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut.
Aksi ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas kampus dan komunitas lokal mampu melahirkan pergerakan yang berdampak positif bagi ekologi daerah.
Sinergi Tiga Pilar untuk Kelestarian Garut
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, melainkan juga wadah kontribusi konkret bagi tanah kelahiran. Pamagar Polban, sebagai wadah mahasiswa Garut yang merantau untuk menuntut ilmu di Bandung, menunjukkan kepeduliannya dengan pulang ke kampung halaman untuk melakukan aksi nyata.
Di sisi lain, mahasiswa KKN Unpad yang sedang mengabdi di Desa Mekarjaya menyambut baik kolaborasi ini sebagai bagian dari program kerja pengabdian masyarakat mereka. Ditambah dengan pendampingan teknis dan visi lingkungan dari Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut, aksi ini berjalan secara terstruktur dan terukur.
“Menanam pohon itu mudah, namun memastikan pohon tersebut tumbuh, hidup, dan terawat adalah tantangan sebenarnya. Lewat kolaborasi ini, kami ingin memastikan pohon-pohon di Gunung Congkrang mendapatkan perawatan yang layak,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa di lokasi.
Fokus pada Perawatan dan Pelabelan: Bukan Sekadar Seremonial
Sebagian besar gerakan lingkungan sering kali berhenti pada tahap penanaman. Menyadari hal tersebut, Aksi Kolaborasi Hijau kali ini sengaja mengambil langkah berbeda dengan fokus pada dua hal krusial:
- Perawatan Pohon: Mahasiswa melakukan pembersihan gulma (tanaman liar pengganggu), penggemburan tanah di sekitar akar, serta memastikan pasokan nutrisi pohon terpenuhi agar terhindar dari risiko kematian dini.
- Pelabelan (Tagging): Setiap pohon yang dirawat diberikan label identitas. Pelabelan ini memuat informasi penting seperti jenis pohon dan tanggal perawatan. Langkah ini penting untuk mempermudah monitoring pertumbuhan pohon secara berkala di masa mendatang.
Mengapa Blok Gunung Congkrang?
Blok Gunung Congkrang di Desa Mekarjaya, Cikajang, dipilih karena areanya memiliki peran ekologis yang sangat vital bagi Kabupaten Garut. Wilayah ini berfungsi sebagai:
- Daerah Tangkapan Air (Catchment Area): Menjaga ketersediaan air bersih bagi warga Kecamatan Cikajang dan sekitarnya.
- Pencegah Bencana Alam: Pohon dengan akar yang kuat di kawasan ini berfungsi mencegah terjadinya erosi tanah dan potensi tanah longsor saat musim hujan tiba.
Melalui kegiatan ini, diharapkan Blok Gunung Congkrang dapat kembali hijau dan berfungsi optimal sebagai paru-paru wilayah Garut Selatan.
Komitmen Berkelanjutan
Aksi Kolaborasi Hijau yang dilaksanakan hari Kamis 16/07/2026 ini, ditutup dengan diskusi santai antara mahasiswa, komunitas, Semua pihak sepakat bahwa kegiatan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari komitmen jangka panjang demi menjaga kelestarian alam Garut.
Sinergi antara mahasiswa Polban (Pamagar), KKN Unpad, dan Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut ini diharapkan dapat menginspirasi kelompok pemuda lainnya untuk lebih peduli dan turun tangan langsung dalam menjaga bumi demi masa depan yang lebih hijau.
